Romansa Sambel Tomat

sepasang suami istri sedang berbincang di dapur…sebut saja mereka Jiman dan Nur. Pasangan yang baru dua bulan menikah ini terlihat sangat romantis dalam kehidupan sehari harinya.
Jiman: “sayaaaaaaang, kamu di manaaaaa? makan yok” teriak Jiman yang tengah menonton TV di ruang tengah
Nur  : “apa sih teriak teriak, kayak tarsan aja…emmm, sayangku kelaperan ya?…aku masakin ya?” sahut Nur yang baru membereskan tempat tidur
Jiman: “eh sayang mau masak apa? hujan deres gini enaknya makan apa ya? jangan masak mie instan deh, dua hari yang lalu kan sudah makan mie malam hari gini, gak bagus buat kesehatan kalo makan terlalu sering….bener kan sayaaang?” menyusul Nur ke dapur
Nur : “terus masak apa dong….eh gimana kalo aku buatin sambel tomat yang super pedes, kan bisa angetin perut endutmu tuh?haha…” Nur bercanda
Jiman: “wah ide bagus itu sayang, sini aku yang siapain bumbu sambelnya….gini2 aku jago buat sambel lo…kamu yang rebus telor sama tempenya yaaaa?”
Nur: “Siap bossss….” Nur memeluk Jiman dari belakang
Jiman: #terkejut dan membalas dengan senyum….”waduh belum dibuatin sambel udah mancing-mancing keributan nih…hahaha” Jiman tertawa lepas
Nur: “sayaaang mau terong bulet buat lalapan nggaaak?ini masih ada sisa yang kemaren aku beli…mau yah?…dah agak layu sih, tapi di jamin deh rasanya gak berubah.”
Jiman: “boleh….eh terasinya dimana?perasaan kemaren aku liat di atas rak bumbu”
Nur: “itu ada di dalam botol kaca, eh sayang aku seneng deh dah dibantuin masak buat makan malam kita” menatap Jiman
Jiman: “aaahhh, biasa aja kali sayaaang. kan yang makan kita berdua. lagian aku juga lagi gak ngapa-ngapain.eh tapi kamu gak malu kan punya suami yang seneng dan pandai masak kayak aku gini?…huehehehe” melirik Nur dengan senyuman
Nur: “ya jelas enggak lah….justru bangga banget punya suami yang mau ngerti kebutuhan keluarga dan mampu bekerjasama didalamnya.apalagi suaminya cuakep kayak kamu sayaaang”
Jiman: “makasih ya….aku juga beruntung punya istri yang pinter masak kayak kamu.pokoknya aku janji deh akan buat kamu seneng dan hidup bahagia bersamaku.tapi perlu diingat juga kebahagiaan gak bisa diukur dengan mewahnya materi, banyaknya harta …tapi bahagia itu datang dan tersimpan abadi di sini….di dadaku dan dadamu…karena satu hatilah yang melahirkan sebuah kebahagiaan.” memeluk mesra Nur
Nur: “iiiyyyaaa saaayaaang….I love U…hey…malah peluk pelukan gini sih…buruan tuh ulek sambelnya….katanya dah laper….telornya juga dah mateng tuh kayaknya”…tersipu malu dan berlalu pergi mengambil telor rebus yang sudah mendidih.
Jiman: “ulala…wala…this is it…Love It….sambel tomatnya sudah siaaaappp…sayang aku ambilin nasi ya?…eh gimana kalo makannya satu piring buat berdua, kayaknya asik tuh….”
Nur: “silahkan tuan, terserah anda….hamba menunggu paduka di meja makan saja”
Jiman menghampiri meja makan sambil membawa sambel tomat dan sepiring nasi hangat….
Dan mereka makan dengan lahapnya di tengah hujan deras yang terus mengguyur kota denpasar sejak jam 5 sore tadi.
####sebuah cerita sangat sederhana, yang menceritakan kehidupan pasangan muda dalam beberapa menit lamanya. memang tidak bisa dipungkiri bahwa urusan perut sangat berpengaruh terhadap keseimbangan perasaan yang berujung kepada penilaian dan berakhir dengan kebahagiaan. hanya bermula dari becandaan pegen buat sambel tomat , lahirlah romansa yang tercipta oleh kedua insan tersebut. wah seneng banget rasanya andai cerita di atas bener2 terjadi dalam kehidupan nyata. mereka berdua begitu kompak. tidak ada yang berperan sebagai si suami atau si istri. yang terlihat adalah sebuah Patner. saling mengingatkan dan menguatkan.Yaaaa… Patner…seperti mottoku My Patner. semoga di luar sana banyk keluarga2 muda nan bahagia seperti mereka. Dan ku harap demikian juga denganku kelak.amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s