Kampung Sampireun, Jl. Raya Samarang Desa Sukakarya, Samarang, Garut, Indonesia

Ardi Nugraha

 

Photo by: Budhi Ipoenk
Disaranin sama sesorang yang udah aku anggap sebagai adek, temen, sahabat, keluarga apalah terserah. Ardi Nugraha namanya. Pria lajang asli Garut ini kebetulan berdomisili deket dengan Kampung Sampireun. Mana tempat ini jadi bahan studi untuk skripsinya.

okeh sedikit info menarik tentang tempat ini>>>cekibrot…

Bulan madu yang romantis sepertinya menjadi impian banyak pasangan muda. Jika Anda menginginkan bulan madu yang kental dengan suasana pedesaan Sunda yang lengkap dengan bale-bale, masakan Sunda, musik Sunda, maka Kampung Sampireun bisa menjadi pilihan Anda.

Dengan pemandangan alam pedesaan yang tenang dengan udara sejuk pegunungan, Anda dapat merasakan hembusan angin lembut dan gemerisik pohon bambu yang tertiup angin dengan diiringi alunan musik khas tanah Sunda sambil duduk di bale-bale dan menghirup udara sejuk. Romantis sekali bukan?

Kampung Sampireun terletak di Ciparay, desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun ini menawarkan semua kesederhanaan sekaligus kenyamanan fasilitas yang Anda butuhkan untuk bulan madu Anda. Dengan pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, udara bersih dan segar itu menjadikan resort ini tempat yang tepat untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Saat Anda tiba di sana, sajian alam pertama yang dapat Anda nikmati adalah pemandangan sebuah danau dengan rumah-rumah berdinding bambu yang menjorok di atas danau begitu tiba di lobi. Dominasi antara bambu dan kayu menjadi unsur dominan di dalam dan luar ruang pondok Kampung Sampireun ini.

Kampung Sampireun merupakan resort dengan konsep boutique yang berdiri di hamparan taman yang dikelilingi pohon bambu. Dengan menghadirkan suasana kampung tatar Sunda dengan kesan indah, nyaman, tentram, dan damai dengan sentuhan khas kampung tradisional dan pelayanan perhotelan modern yang profesional yang terdiri dari berbagai pilihan jenis kamar yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan pasangan. Satu kesamaan dari tiap kamar ini adalah semuanya menawarkan nuansa pedesaan Sunda yang tenang.

Untuk penerangan, penginapan ini mengandalkan

Photo by: Bianka

lampu teplok dan obor. Di malam hari Anda juga dapat mendengar gemericik air danau sambil melihat romantisnya sinar bulan yang menerangi permukaan danau. Anda juga dapat menikmati pemandangan langit malam dengan taburan bintang. Di siang hari, bila angin berdesir dan menerpa pepohon bambu maka akan terdengar suara lembut gesekan bambu bagaikan simponi orkestra alam.

Dengan diselimuti nuansa pedesaan yang tenang, mungkin inilah yang Anda butuhkan untuk mendapatkan suasana bulan madu yang romantis.

Cara Mencapai Daerah Ini
Kampung Sampireun terletak sekitar 4-5 jam dari Jakarta atau satu jam dari Bandung dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi Anda yang malas menyetir sendiri, Kampung Sampireun juga menyediakan fasilitas penjemputan baik di Jakarta (charge-nya Rp. 1.500.000,-/return) maupun di Bandung (charge-nya Rp. 800.000,-/return) dan bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi, dapat menggunakan kendaraan umum. Adapun rute kendaraan umum dengan perkiraan tarifnya adalah sebagai berikut :

  1. Dari Jakarta (Kp. Rambutan Rp. 27.500,- / Lb. Bulus Rp. 30.000,-) menuju Garut sampai ke terminal Guntur Garut.
  2. Dari Bandung (Cicaheum Rp. 8.000,- dan Rp. 15.000,- (Patas) / Lw. Panjang Rp. 10.000,- dan Rp. 18.000,- (Patas) ) menuju Garut sampai ke terminal Guntur Garut.
  3. Dari terminal Guntur Garut dapat menggunakan angkutan kota (angkot 06) jurusan Samarang-Garut dan turun di pertigaan Pamulihan (tarif Rp. 4000,- / orang)
  4. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju ke desa Suka Karya dan turun di depan gapura Kampung Sampireun (tarif Rp. 2000,- / orang)
Photo by: Budhi Ipoenk

Di Kampung Sampireun terdapat 13 kamar, terdiri dari 7 kamar Kalapalua Suite, 4 kamar Kurjati Suite, 1 kamar Waluran Suite dan 1 kamar Malajang. Masing-masing memiliki tata ruang yang menyajikan nuansa pedesaan Sunda. Anda dapat memilih kamar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bulan madu Anda

Berkeliling
Anda dapat mengelilingi Kampung Sampireun dengan berjalan kaki ataupun bersepeda.

Tempat Bersantap
Penginapan Kampung Samperiun memiliki Amanti Kafe “Al Fresco” yang menyajikan masakan khas Sunda, masakan Cina dan Eropa serta masakan Kontinental, dengan variasi makanan yang sangat beragam dengan waktu operasi mulai dari pukul 07:00 – 23:00.. Dari restoran ini akan terlihat perbukitan Amanti yang menjadikan suasana romantis dengan penerangan cahaya lilin.

Buah Tangan
Anda dapat membeli kerajinan tangan khas Garut dan Jawa Barat di toko cinderamata, selain membeli makanan khas Garut seperti Dodol untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Jika Anda dan pasangan menyukai kegiatan di dalam ruangan, di sini terdapat perpustakaan mini dan theater. Namun jika Anda lebih menyukai kegiatan di luar ruangan Anda dapat berjalan-jalan mengunjungi Pasar Mengambang, atau bersepeda bersama pasangan menyusuri hutan atau pegunungan, memancing, atau berolah raga arung jeram.

Photo by: Budhi Ipoenk
  1. Sesuai dengan arti Sampireun itu sendiri yang berarti jiwa yang tenang, maka akan lebih baik apabila Anda tidak membawa telepon genggam untuk sementara, demi terciptanya suasana yang tenang, damai dan nyaman sehingga bulan madu Anda tidak akan terusik.
  2. Untuk reservasi, dapat Anda hubungi:
    Kampung Sampireun
    Jl. Raya Samarang-Kamojang, Ciparay
    Desa Sukakarya, Kec.Samarang, Garut.
    Phone: (62-262) 542 393
    Fax : (62-262) 542 188
    http : www.kampungsampireun.com
    Email : sales@kampungsampireun.com
    reservation@kampungsampireun.com
  3. Have a romantic stay!

Kampung Sampireun, Menjual Semangat Kembali Ke Desa

Hotel berbintang identik dengan jualan kemewahan, kenyamanan dan pelayanan plus. Konsep tsb. sudah sangat lazim dan mudah didapat dimana-mana. Tetapi jualan penginapan, dengan setting kampung, keramah-tamahan asli suasana pedesaan berudara sejuk pegunungan tentu bukan sesuatu yg lumrah dan mudah ditemui.

Begitulah si pemiliknya, mampu menangkap kegalauan hati orang kota rindu kampung, impian masa kecil, jajanan tempo doeloe, dan basa basi kampung yang tulus, yang mungkin sudah sirna dari kehidupan kota yang berirama jazz dan rock.

Tidak semua orang kota turunan bangsawan, tidak semua orang kota turunan indo, sebagian dari mereka adalah si nCep, si Euis, manusia ulet dari kampung, yang meniti karir dari bawah dan berhasil dikota besar. Sang pengusaha, jeli melihat kelompok emerging market kaum urban ini, yang mimpi alam bawah sadarnya masih memutar rekaman nyanyian sawah, kodok ngorek dan gemerisik suara batang bambu, yang rindu suasana kampung. Maka rupiah demi rupiah mengalir deras, membuat senyum seluruh penduduk desa dan tentunya si empu punya cerita.

Pers meliput dengan keindahannya, aroma bau tanahnya segera menyerbu kota, melalui tayangan layar kaca dan kertas koran. Selebritis berdecak kagum, OKB pun tak mau kalah, nggak OK kalau belum nginap di Sampiruen. Walhasil, popularitasnya melambung, acapkali tamu2 terpaksa gigit jari, nggak kebagian kesempatan menikmati. Dan orang pun rela antri, mengatur kembali sebuah jadwal liburan, utk ketersediaan sebuah kamar. Bukankah sebuah kamar hanyalah secuil urusan dari sebuah liburan?, tetapi itulah faktanya.

Alhasil pintunya segera ditutup, bertuliskan “kecuali utk tamu menginap”. Tak disangka2, sebuah danau, rakit bambu dan rumah2 kayu sederhana, yang harmoni dgn tumbuhan2 alam, tiba2 menjadi begitu popular, menjadi impian banyak orang, yang rela jadwal liburannya diatur orang, dan diminta membayar lebih, utk sebuah nostalgia, yang teramat sulit dicari padanannya, di kota besar.

Tak perlu disangsikan lagi, tentang keunikan dan keindahan kampung itu. Resor Butik dengan tematik seperti itu sekarang sedang digandrungi keluarga2 muda kota, yang punya semangat kembali ke alam. Sebut saja Resort Kampung Cinangneng, Ciampea Bogor dan Situ Gunung di Sukabumi. Resort ini ada ditengah sawah, ditepi kali Cisadane, dgn pemandangan Gunung Salak, yang kedua di kaki Gede Pangrango. Tempat2 tsb. kerap dikunjungi keluarga2 kota, yang mendapat cerita baru, bagaimana membajak sawah dan menanam padi. Tak salah iklan nya menyebut, tempatnya orang kota kembali ke desa. Sebuah trend yg membanggakan, yg memberi nilai tambah buat orang desa.

Alam dan lingkungan pedesaan, tempat orang kehabisan bahan bakar mengisi baterainya. Tempat segala penemuan dan inspirasi lahir.

Catatan:
Kampung Sampireun, terletak di desa Sukakarya, 10km di selatan Garut (Samarang). Untuk mencapainya lewat jalan desa sempit, berpenduduk cukup padat, dengan banyak polisi tidur. Sampai beberapa kilometer anda pasti merasa tak yakin, apakah anda salah arah. Tetapi, keragu2an tsb, segera sirna, manakala banyak plang penunjuk arah secara jelas menuliskan lokasi yg dituju. Pupil mata anda segera berubah, setelah memasuki pintu gerbang nya, sebuah Oasis Gurun ada didepan mata. Selamat mimpi indah tentang kampung nan jauh dimata. Oh nasib, nu jauh di gurun pasir.

Archie of the desert storm

Sampireun Village
Sampireun Village
Garut
Garut
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun Village
Sampireun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s